Karya: Irfan (Ketua PRIMA NTB)

Di halaman-halaman sunyi itu,
terdengar gema masa lalu—
kisah tentang keberanian yang tak ditulis dengan pedang,
melainkan dengan tekad manusia menghadapi takdir besar.

Menghadang Kubilai Khan bukan sekadar cerita perang,
tetapi cermin tentang diri kita sendiri:
tentang batas yang diuji,
tentang takut yang dihadapi,
tentang suara kecil yang menantang gemuruh kekuasaan.

Setiap tokoh berjalan membawa beban sejarah,
namun juga membawa cahaya pilihannya.
Mereka bukan hanya menentang seorang kaisar,
melainkan menolak tunduk pada rasa menyerah
yang sering datang lebih dulu daripada bahaya.

Di antara lembaran itu,
kita belajar bahwa menghadang bukan selalu menang,
tetapi berdiri ketika dunia meminta untuk berlutut.
Bahwa kekuatan sejati tumbuh
dari keberanian menatap ancaman,
meski tubuh gemetar sekalipun.

Dan ketika buku itu ditutup,
kita pun bertanya pada diri sendiri:
apa yang hari ini harus kita hadang?
Ketakutan?
Keraguan?
Atau sejarah kecil yang sedang kita tulis perlahan
dengan tangan kita sendiri?

Keterangan Gambar Utama: Foto Irfan, Ketua Prima NTB (Sumber: Reportase7.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *