
YOGYAKARTA, Kebudayaan Rakyat — Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar resmi mengajukan usulan penetapan bulan Mei sebagai “Bulan Indonesia Menggambar” kepada Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Usulan itu disampaikan melalui naskah akademik yang diajukan dalam audiensi bersama Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada akhir Maret 2026.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya penting untuk mendorong praktik menggambar agar memperoleh pengakuan lebih luas sebagai bagian dari ekosistem kebudayaan Indonesia. Dalam naskah akademik yang disusun tim formatur Indonesia Menggambar 2026, menggambar diposisikan bukan sekadar keterampilan teknis seni rupa, melainkan juga sebagai praktik budaya yang memiliki dimensi edukatif, historis, psikologis, filosofis, dan sosial.
Menurut keterangan yang disampaikan Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar, praktik menggambar memiliki akar panjang dalam sejarah Nusantara. Jejak itu dapat ditelusuri sejak masa prasejarah melalui temuan lukisan gua di sejumlah wilayah Indonesia, yang menunjukkan bahwa aktivitas visual telah menjadi bagian dari cara manusia berkomunikasi, merekam pengalaman, dan membangun sistem pengetahuan sejak ribuan tahun lalu.
Selain memiliki nilai historis, menggambar juga dipandang relevan dalam konteks pendidikan dan perkembangan masyarakat kontemporer. Aktivitas ini disebut berkontribusi terhadap penguatan kreativitas, kemampuan berpikir tingkat tinggi, keterampilan motorik halus, hingga fungsi ekspresi dan pengelolaan emosi. Dalam konteks masyarakat visual hari ini, menggambar dianggap semakin penting sebagai fondasi literasi visual di tengah perkembangan teknologi digital, Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (AI), hingga realitas virtual dan augmented reality.
Pemilihan bulan Mei sebagai momentum nasional juga bukan tanpa alasan. Bulan tersebut dinilai memiliki irisan kuat dengan berbagai momentum penting bangsa, seperti Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei, Hari Perpustakaan Nasional pada 17 Mei, dan Hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei. Selain itu, Mei juga dikaitkan dengan momentum kelahiran pelukis modern Indonesia, Raden Saleh Syarif Bustaman, yang selama ini menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah seni rupa Indonesia.
Gagasan mengenai Bulan Indonesia Menggambar disebut tidak lahir secara tiba-tiba. Komunitas-komunitas yang tergabung dalam Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar telah lebih dulu menginisiasi gerakan serupa sejak 2022 melalui deklarasi Hari Menggambar Nasional dan penyelenggaraan kegiatan menggambar secara serentak di berbagai daerah. Sejak saat itu, kegiatan seperti pameran, lokakarya, kelas edukasi, dan aktivasi ruang publik melalui praktik menggambar telah berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam audiensi bersama Menteri Kebudayaan, delegasi Indonesia Raya Menggambar diwakili oleh EdoPop selaku Presiden/Ketua Indonesia Raya Menggambar sekaligus tim perumus naskah akademik, Syamsul Barry, Hajar Pamadhi, dan Dio Pamola. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memaparkan landasan akademik sekaligus potensi gerakan menggambar sebagai bagian dari penguatan budaya visual nasional.

Pada kesempatan itu, Indonesia Raya Menggambar juga menyampaikan rencana Pameran Nasional Indonesia Menggambar 2026 yang akan melibatkan 303 komunitas dari seluruh Indonesia. Pameran tersebut direncanakan berlangsung pada pertengahan Mei 2026 di Gallery RJ Katamsi, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, sebagai ruang temu lintas komunitas, lintas generasi, dan lintas pendekatan dalam praktik menggambar di Indonesia.
Bagi penyelenggara, agenda itu diharapkan tidak berhenti pada format pameran semata, melainkan berkembang menjadi gerakan budaya yang lebih luas. Bulan Indonesia Menggambar dirancang sebagai ruang kolektif yang mendorong masyarakat untuk aktif menggambar melalui berbagai medium dan bentuk kegiatan, mulai dari pendidikan, workshop, pameran, intervensi ruang publik, hingga eksplorasi visual berbasis teknologi.
Dari hasil audiensi tersebut, Kementerian Kebudayaan disebut akan menindaklanjuti naskah akademik usulan Bulan Indonesia Menggambar melalui mekanisme dan kajian yang berlaku. Dalam pertemuan itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga disebut menyampaikan dukungan terhadap inisiatif tersebut, sekaligus mendorong keterlibatan lebih luas dari masyarakat dalam kegiatan menggambar di berbagai ruang kehidupan.
Melalui langkah ini, Perkumpulan Indonesia Raya Menggambar berharap Bulan Indonesia Menggambar dapat menjadi momentum nasional yang memperkuat ekosistem seni rupa, memperluas akses masyarakat terhadap praktik berkesenian, dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya budaya visual dalam kehidupan sehari-hari.


