Minyak, Air, dan Liur
Bukan ladang minyak,bukan peta tanah.Tapi sumur kecil,mengering di pagi. Telaga memucat,pantulkan mata merah.Peta diklaimatas setetes liur. Si kaya menampung,si miskinContinue Reading
Bukan ladang minyak,bukan peta tanah.Tapi sumur kecil,mengering di pagi. Telaga memucat,pantulkan mata merah.Peta diklaimatas setetes liur. Si kaya menampung,si miskinContinue Reading
siang ini hujan turun seperti suaradari megaphone deras menyuarakan tuntutanlangit gelap mewujud malamsiang malu menampakkan mukatubuh basah baju basah tapiContinue Reading
Puisi Mulyadi J. Amalik Kala hari sepertiga malam. Sang Dalang bersendu kepada Tuhan.Memohon ijin keramaian waktu. Menolak digusur mesin pabrikContinue Reading
Puisi Mulyadi J. Amalik Di latar depan Merah Putih.Aku memberi salam sepuluh jari.Bersyukur atas bumi pertiwi bebas merdeka.Terima kasih padaContinue Reading
Puisi Mulyadi J. Amalik Aku mengirim puisi petisi hujan. Agar kita merekam lagu awan setiap musim dingin. Taat mendengarkan perubahanContinue Reading
Pendakian ini mengarungi angin musim basah. Sejak Cibodas-Bogor tapak dituntun tanjakan licin lereng hutan. Hingga puncak Gunung Pangrango keringat penatContinue Reading
ENERGI( Catatan kecil buat Jaker)Kibaran benderaTinggiTinggiDipeluk awan hitamTerompet pagiPenggugah energiDiredam suara gagakPerjuangan panjangMerebut ruang.*(Putu Oka Sukanta,Rmangun 12.05.2025).Continue Reading
PUISI AKAR RUMPUTYang tumbuh di akar rumput,Cerita ketidak adilanDibabat bersih”Gulma pengganggu bunga bungaSastra para Punggawa”Di akar rumput tumbuh puisiTajam melukaiContinue Reading