
Karya: Prima Bahren
Pernahkah kau dengar suara puisi
yang tak lahir dari buku-buku toko kota
Pernahkah kau temukan sajak bukan di festival sastra
tapi di tembok reot di ladang gersang
di nafas buruh
yang tak pernah dimuat media-media
ada yang namanya Jaker
Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat
ia tak lahir dari meja konfrensi
tak diasuh oleh elit budaya yang sibuk menilai estetika
tapi lahir dari pangkal akal
dari keringat petani yang mengukir syair lewat sabit
dari langkah buruh yang mengguncang lantai pabrik
dan menyisakan bait-bait diam
yang menunggu untuk didengarkan
kami tak menulis demi lomba
kami tak melukis untuk galeri
kami mencipta karena hidup perlu disuarakan
karena keadilan belum juga menjadi warna harian
dan kami seniman-seniman jalanan
penghayat filsafat warung kopi
masih juga bertanya siapa yang mewakili kami
kalau bukan kami sendiri
dulu ada lekra
yang lahir di tangan kemerdekaan yang masih luka
yang percaya bahwa seni harus berpihak
bahwa kata-kata bukan sekedar indah
tapi harus berani, berani mengutuk ketidak adilan
berani membela yang tertindas.
dan kini jaker adalah bayangannya yang tumbuh
lebih lentur lebih menyebar mengakar di kampung
di dusun di komunitas yang tak dilirik siapa siapa
kami datang bukan untuk memimpin
kami datang untuk mendengar untuk bergandengan
untuk membangun jembatan bagi mereka yang diabaikan
kami bukan pengisi acara kami adalah suara
kami adalah denyut kebudayaan itu sendiri
satu yang saya tau
karna budaya hanya berarti jika ia hidup
di tangan rakyat
selamat ulang tahun ke-32
Jaringan Kerja Kebudayaan Rakyat.
salam pembebasan !
kupang, 16 Juli 2025
Tentang Penulis:
Prima Gaida Journalita adalah seorang aktivis sosial yang lahir di Dili pada 1 Januari 1984 dan kini berdomisili di Penkase Oeleta, Alak, Kota Kupang Nusa Tenggara Timur. Meski berlatar belakang pendidikan SLTA, Prima memiliki rekam jejak panjang dalam gerakan masyarakat sipil di Nusa Tenggara Timur. Sejak tahun 2003, ia aktif dalam berbagai organisasi dan advokasi, mulai dari keterlibatannya di Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kota Kupang dan Serikat Petani Manggarai pada tahun 2003, hingga menjadi relawan disabilitas di organisasi Garamin NTT sejak 2022 hingga sekarang.
Kepeduliannya terhadap isu-isu sosial dan inklusi terus berlanjut. Ia pernah terlibat dalam kegiatan Peduli HIV/AIDS, serta aktif sebagai wakil ketua Kelompok Disabilitas Kelurahan (KDK) Kasih di Naikoten 1 sejak 2023.
Saat ini, Prima menjabat sebagai Bendahara JAMAN (Jaringan Kemandirian Rakyat) NTT, Ketua JAKER (Jaringan Kebudayaan Rakyat) Kota Kupang, serta pembina komunitas KOMPUTER (Komunitas Perempuan Terdidik) kota kupang. Ia juga menjadi bagian dari tim asesmen 12 puskesmas dari 26 Puskesmas di Kabupaten Kupang dalam perspektif GEDSI, fokus pada program WASH dan energi yang didukung oleh UNICEF. Ia juga sejak menjadi disabilitas 2020 karena kecelakaan tunggal, aktif di berbagai kegiatan pemberdayaan disabilitas, yang dibawahi oleh organisasi Garamin NTT serta beberapa isu kekerasan seksual pada perempuan dan anak, pemberdayaan perempuan, Perubahan iklim dan lain sebagainya.
Prima dapat dihubungi melalui media sosial: Facebook (@Prima Gaida Journalita), X/Twitter (@Prima Gaida Journalita), dan email: bahren84@gmail.com.


Puisinya indah dan nyaman untuk dinikmati