
Karya: Yeni Fardila
Biarkan ia terus tumbuh dan bertumbuh
Di ruang sempit ini barang kali
Sampai tak bercelah.
Aku sudah penat.
Berdiri bersambi
Bahkan duduk bersengaja untuk mencabutnya.
Terapi tancapnya terlalu dalam, kekar dan buas.
Ku gulung jemari, memeluk telapak dan menepuk-nepuk jantung yang terasa semakin sakit saja.
Asam lambung yang panas, dan mata yang padam merahnya.
Tapi gigihku masih akan berlanjut.
Tentu saja.
Demikian kata ku.
Tak ku hitung lagi hari dan waktu yang,
Selain pelajaran Tuhan serta penerimaan.
Sekedar kata sambutan dan manis-manis jebakan berirama sedikit Jaz.
Tidak.. tidak..
Aku takkan lagi tenggelam pada nada lama itu.
Yang pada akhirnya hanya membuat ku mencari sudut tembok, dan menggerumas pakaian yang ku kenakan.
Terlalu menghantam batin.
Tidak tidak, tentu saja.
Akan ku biarkan sakit membelukar di badan ku.
Tapi tidak di akal ku.


