
Banten — NAYARA Movement menggelar kegiatan penguatan kapasitas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai upaya mendorong pelaku usaha agar semakin siap menghadapi perkembangan dunia digital.
Kegiatan yang diprakarsai oleh Siti Nur Aisah (Aca) ini difasilitasi oleh Suci dan PATTIRO Banten. Kegiatan tidak hanya berfokus pada pemberian materi, tetapi juga mengajak peserta untuk memetakan secara langsung berbagai kendala yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha.
Melalui diskusi dan aktivitas bersama, peserta diajak mengidentifikasi berbagai persoalan, mulai dari pemasaran, modal, produksi, kemasan, digitalisasi, hingga akses pasar. Peserta juga diberikan ruang untuk menyampaikan kekhawatiran, tantangan, serta kebutuhan mereka dalam mengembangkan usaha.
Salah satu proses kegiatan dilakukan melalui penggunaan sticky notes. Peserta menuliskan berbagai kendala dan harapan mereka terhadap usaha yang dijalankan. Metode sederhana ini menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman sekaligus memahami kondisi UMKM secara lebih dekat.
Menurut Siti Nur Aisah (Aca), penguatan UMKM perlu dimulai dengan memahami persoalan yang benar-benar dihadapi oleh pelaku usaha.
«“Kita tidak bisa memberikan pendampingan yang tepat kalau kita tidak tahu persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, pemetaan menjadi langkah awal untuk memahami kebutuhan mereka dan menentukan pendampingan yang sesuai.”»
Hasil pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan bentuk pendampingan berikutnya, baik dalam penguatan pemasaran, pengembangan produk, digitalisasi, maupun peningkatan kapasitas pelaku UMKM.
Melalui kegiatan ini, NAYARA Movement berharap pelaku UMKM tidak hanya mampu beradaptasi dengan perkembangan digital, tetapi juga semakin percaya diri untuk mengembangkan usaha, memperluas pasar, dan tumbuh secara berkelanjutan.
“UMKM yang kuat bukan hanya tentang produknya, tetapi juga tentang bagaimana pelakunya terus belajar, beradaptasi, dan berani berkembang.” Siti Nur Aisah (Aca)
Founder Naraya_Movement


