Ilustrasi puisi “Setelah Tuhan Naik”. Pergulatan duka, sepi, dan perlawanan dalam perjalanan menuju cahaya (Sumber Gambar: Ilustrasi Digital Berbasis AI/ChatGPT)

Setiap mata bertemu mata
hanya harapan
diairi mata air
tak mengenal musim

Engkau bilang hanya dari kesedihan
ke kesedihan

Lagunya lagu bimbang musiknya tak ada perkusi
hanya gesek yang menyayat sunyi

Bagaimanapun
gendang ditabuh
Tarian kesedihan adalah juga perlawanan
Kalau saja via dolorosa ini satu-satunya jalan
Aku pun tidak akan berpaling

Begitu katamu

AJ Susmana, Sanghyang, 15 Mei 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *